Berhenti Steroid di Tengah Ketidakpastian

Setelah satu tahun menggunakan steroid untuk eksim, Akbar (nama samaran) memutuskan berhenti dan menghadapi fase TSW yang berat. Dengan perubahan gaya hidup dan dukungan komunitas, ia perlahan melihat pemulihan pada kulitnya.

CKJ

2/28/20262 min read

Namaku Akbar (nama samaran). Asalku dari tengah Pulau Jawa.

Aku mengalami eksim dan menggunakan steroid selama kurang lebih satu tahun. Obat yang sempat aku gunakan antara lain methylprednisolone 16 mg dan salep clobetasol. Aku memutuskan berhenti menggunakan steroid sejak Februari 2025.

Beriringan dengan Ketidakpastian

Setelah itu, aku sempat kembali konsultasi ke dokter, tetapi kembali diresepkan steroid berupa salep kloderma 10 mg. Namun, kali ini aku memilih untuk tidak mengoleskannya sama sekali.

Di awal fase TSW, gejala yang aku alami cukup berat. Aku mengalami sesak napas, kaki bengkak, kulit bernanah dan oozing, sulit tidur, tidak nafsu makan, serta badan terasa sangat lemas.

Momen paling sulit bagiku adalah saat mengalami insomnia, rasa gatal hebat, dan kesakitan. Untuk melewati fase tersebut, aku berusaha melakukan beberapa hal seperti minum magnesium, mengonsumsi herbal, olahraga jalan cepat pagi hari sejauh 5 km, angkat beban walaupun sebentar, serta memperbanyak minum air putih.

Bersahabat dengan Kulit

Perbaikan mulai terasa sekitar Agustus 2025, ketika kulitku mulai rata. Sejak April 2025, aku juga mulai mengonsumsi resep vitamin lengkap dari Kak Dila.

Setelah melewati fase berat, perubahan terbesar yang aku rasakan adalah kulit mulai rata, tidak flare, rasa gatal berkurang, tidur sudah nyenyak, dan aku bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Selama proses TSW, aku menjalani beberapa kebiasaan baru seperti rutin olahraga, minum air putih lebih banyak, serta mengurangi konsumsi gula dan tepung.

Aku juga mengonsumsi beberapa suplemen dan produk pendukung, yaitu:

  • Sentuh DermaHerbs (herbal)

  • Sentuh Intensive Care Soothing Body Wash

  • Probiotik

  • Fish oil

  • Vitamin D3K2

  • Astaxanthin (dikonsumsi setelah tinggal bekas)

  • Zinc Picozinc

  • Magnesium Vitalife

Selain itu, antibiotik tidak memberikan hasil yang mempan, dan obat antijamur justru membuat kondisiku semakin parah. Aku juga sempat diresepkan methotrexate (MTX), tetapi tidak aku minum.

Hal yang paling membanggakan dari perjalanan ini adalah aku mampu bertahan melewati masa sulit dan kembali pulih dengan lebih percaya diri. Aku juga bisa melihat perubahan positif dalam proses pemulihan kulitku.

Untuk teman-teman yang baru memulai TSW, menurutku yang paling penting adalah sabar, menjalani gaya hidup sehat, menghindari makanan pemicu flare terutama gula dan tepung, memenuhi kebutuhan vitamin, serta rutin olahraga.

Pesan semangat dariku untuk sesama pejuang eksim: tetap semangat, fokus pada perawatan, dan percaya diri. Sekecil apa pun perubahan, pasti akan terasa membanggakan di kemudian hari. Jangan dengarkan omongan negatif, fokus pada perawatan terbaik tanpa steroid, dan lebih aware dengan kondisi kulit sendiri. Jangan lupa selalu memakai pelembap dan body wash non-SLS.

Selama bergabung di komunitas TSW, aku sangat bersyukur dan berterima kasih, terutama kepada Kak Dila. Aku dipertemukan dengan kontennya di TikTok, dan kalau tidak, mungkin aku akan tetap mengikuti resep dokter, bahkan sampai obat kanker seperti MTX.

Melalui konsultasi gratis dengan Kak Dila, aku memutuskan untuk tidak mengonsumsi resep dokter, baik steroid maupun MTX. Terima kasih untuk Kak Dila dan teman-teman komunitas yang selalu memberikan support dan semangat selama aku menjalani proses TSW.

Menurutku, hal yang bisa didapat di komunitas ini yang tidak ada di tempat lain adalah konsultasi gratis, motivasi, dan ilmu.

Jika komunitas ini digambarkan dalam satu kata: PERFECT.

Disclaimer: cerita dan foto dipublikasikan dengan persetujuan Teman Sentuh untuk keperluan edukasi. Hasil bisa berbeda pada tiap individu.